Bahan Natural Bandul Kalung Tulang Sapi Yang Mendunia

bandul kalung tulang sapi (9)

Bandul kalung tulang sapi adalah salah satu perhiasan yang semakin digemari oleh para wanita, mulai dari usia remaja hingga wanita dewasa atau segala usia. Alasannya sangat mudah karena bahan natural adalah bahan klasik yang tidak akan lekang oleh waktu.

Bahan dari tulang sapi dan tanduk adalah bahan yang digemari sejak zaman dahulu hingga sekarang. Selain material dari tulang sapi dan tanduk, ada juga bahan lain yaitu bahan kayu. Jenis-jenisnya adalah :

Kayu sono
Dalbergia latifolia adalah nama latin atau spesies kayu berkualitas premium yang dikenal secara internasional sebagai “Indian Rosewood”. Kayu ini memiliki warna campuran coklat atau berwarna merah tua tergolong kayu keras dengan kilau alami dan biasa digunakan untuk memproduksi furnitur, panel, dan produk hias lainnya. Pohon ini biasa disebut sitsal, beete, shisham atau Bombay Blackwood di India, dan sonokeling atau sonobrits di Indonesia.

Ghana Wood
Ini adalah kayu yang berasal dari Ghana. Kayu ini sering digunakan untuk ukiran kayu khas Ghana yang lebih rumit daripada jenis kayu lainnya. Warna terang pada kayu ini secara bertahap akan gelap dari waktu ke waktu.

Kayu Ek Pasifik
Kadang orang sering terkecoh dan meyebutnya sebagai kayu Ebony di beberapa bagian Asia. Namun, Kayu Ek Pasifik jauh lebih mirip dengan Kayu Oak dan hanya dapat ditemukan di Asia, sedangkan Ebony berasal dari Afrika dan memiliki warna hitam jauh lebih gelap daripada Kayu Oak Pasifik.

Kayu zaitun
Kayu ini disebut juga Kayu Olive yang berasal dari pohon zaitun dari Ibiza, Spanyol. Kayu zaitun adalah kayu yang sangat keras dan berumur panjang, terlihat sangat indah karena tekstur dan variasi dalam warna-warna alami. Pohon Zaitun saat ini sering digunakan sebagai simbol perdamaian.

Seperti kebanyakan kayu, kayu zaitun juga akan menjadi gelap seiring berjalannya waktu, tetapi tekstur pada kayu ini akan selalu terlihat.

Bahan Kuningan Untuk Aksesoris Selain Bandul Kalung Tulang Sapi

Bahan dari kuningan
Kuningan adalah paduan (campuran) tembaga dan seng, bebas nikel. Kebanyakan instrumen tanduk seperti tuba dan saksofon terbuat dari bahan kuningan. Bisa diproduksi dalam berbagai warna, seperti warna merah tua, warna kuning keemasan, tergantung pada proses pemolesan logam tersebut.

Bahan ini dapat dibentuk menjadi bentuk yang diinginkan dan tetap mempertahankan kekuatannya. Kekutan yang tinggi membuatnya menjadi salah satu logam paling populer yang digunakan untuk perhiasan.

Bahan dari kuningan memiliki kekuatan yang sangat kuat dari yang lainnya, dan logam ini pun sangat populer sekali untuk para penggiat perhiasan apa lagi di perhiasan kalung.

Terkadang kuningan terlihat bintik-bintik air, segeralah keringkan dengan menyeluruh. Jika harus dipoles, dapat dengan mudah dilakukan dengan kain dan jus lemon segar.

Kalung kuningan Anda terlihat bintik-bintik air, maka segera keringkanlah secara menyeluruh, setelah itu langsunglah poles dengan perasan dari jeruk lemon yang masih segar, agar kalung Anda terawat.

Beberapa orang bereaksi terhadap perhiasan kuningan karena mengoksidasi & mengembangkan patina (berubah warna) dengan cukup baik, sehingga dapat mengubah kulit Anda menjadi hijau jika dipakai dalam jangka waktu lama atau saat basah.

Bandul Kalung Dari Tulang Sapi Dan Aksesoris Dari Bahan Perak

Perak
Bahan perak dan buatan tangan ini adalah 95% hingga 99% perak murni. Konten kalung perak yang lebih tinggi (dibandingkan dengan perak sterling, yaitu 92,5%) membuat potongan lebih lembut dan lebih mudah untuk dibentuk. Oksidasi, pukulan palu dan sedikit variasi desain menjadi daya pikat khas potongan ini.

Biasanya jika perak menjadi hitam kemudian dipoles untuk menghilangkan warna hitam tersebut. Perlu diketahu bahwa banyak dari potongan perak tidak dicap karena proses cap adalah prosedur yang sangat mahal dan banyak produsen tidak mampu membayar ini.

Emas
Ini adalah lapisan tekanan emas yang sebenarnya terikat pada logam lain seperti kuningan dan ini adalah alternatif ekonomis yang sempurna untuk kalian semua pecinta emas. Siapa pun yang bisa memakai emas bisa memakai perhiasan emas tanpa khawatir alergi.

Jangan bingung dengan pelapisan emas karena emas yang dicampur secara harfiah memiliki 100% lebih banyak emas daripada pelapisan emas dan menawarkan semua karakteristik yang sama seperti emas padat dari segi kekuatan, daya tahan dan keindahan.

Bahkan dengan memakai barang-barang yang dicampur emas setiap hari berlangsung lima hingga tiga puluh tahun pun, bahan ini tidak mengelupas atau berubah warna.

Cara terbaik untuk merawat barang-barang bercampur emas adalah dengan menjauhkannya dari bahan kimia apa pun. Bersihkan secara teratur dengan air, bilas dengan baik dan keringkan dengan hati-hati menggunakan kain anti gores.

Demikian berbagai jenis bahan selain bandul kalung tulang sapi yang juga digemari oleh para kaum wanita.