Tips Perawatan Pasien Leukimia Agar Terus Membaik

perawatan pasien leukimia 3

Leukimia adalah salah satu jenis kanker darah yang mengganggu fungsi sel darah putih. Pada kebayakan kasus, leukemia disamakan dengan kanker darah. Padahal secara terminologi, hal tersebut berbeda. Baik dari penyebabnya atau dari jenis kanker darah yang dialami. Sehingga apabila pasien mengalami kanker darah, dan yang dimaksud adalah kanker sel darah putih atau leukemia, maka mengetahui cara tepat perawatan pasien leukemia sangat penting.

Meskipun sama-sama kanker darah, perlakuan terkadang dibedakan. Sesuai dengan tingkat yang dialami si pasien. Penanganan terkadang tidak selalu tepat waktu. Sebab beberapa yang ditemui tidak diketahui gejala yang mencurigakan.

Pemeriksaan lebih mendalam pada jenis penyakit tertentu menjadi salah satu tipsnya. Oleh karena itu perlakuan perawatan pasien leukemia secara tepat dapat memberikan prosentase kesembuhan yang lebih besar.

Perawatan Pasien Leukimia Dan Ketahui Gejalanya

Salah satu tips perawatan pasien yang terkena leukimia ialah memang mengetahui gejalanya terlebih dahulu. Mengingat tidak semua pasien tahu bahwa sedang mengalami leukemia.

Gejala umumnya diketahui bila sudah pada stadium lanjut, sebab mengabaikan hal-hal yang sifatnya terlihat tidak membahayakan. Contohnya, memar yang berlebihan, ruam pada kulit, sesak napas, sering merasa lelah, dan merasa kenyang atau kembung.

Contoh tersebut dikutip dari salah satu info kesehatan mengenai leukimia. Terihat sepele. Tetapi tidak ada salahnya menanyakan pada ahli kesehatan terkait gejala yang dialami. Sehingga mendapat penanganan yang tepat.

Perbedaan Jenis Leukimia
Mengetahui perbedaan jenis leukimia juga dapat membantu penanganan pada pasien. Sebab ini akan menentukan pemeriksaan apakah penderita merupakan leukimia akut atau kronis. Seperti berikut ini perbedaan pengobatannya yang berhasil dirangkum dari informasi kesehatan di internet.

Leukimia Limfoblastik Akut. Pengobatannya melalui tiga langkah, yakni: (1) Terapi Induksi leukimia; untuk membunuh sel-sel leukimia dalam darah dan sum-sum tulang.

Biasanya berlangsung sekitar 4 minggu di rumah sakit. (2) Terapi Konsolodasi; untuk membunuh sel leukimia yang masih tersisah. Perawatannya juga termasuk kemoterapi dan transplantasi sum-sum. (3)Terapi Pemeliharaan; untuk mencegah tumbuhnya sel leukimia.

Leukimia Mieloblastik Akut. Leukimia jenis ini didasarkan pada susunan genetic dari sel myeloid normal. Pengobatannya melalui 2 langkah, yakni: (1) Terapi Remisi; untuk membunuh sel leukimia dalam darah dan sum-sum tulang. (2) Terapi Pasca Remisi; untuk membunuh sel-sel leukimia yang tidak terdeteksi. Biasanya dapat berupa kemoterapi tambahan.

Leukimia Lomfositik Kronis. Penangangan terhadap Leukimia Limfosik Kronis sendiri ada tiga langkah, yakni: (1) Terapi Radiasi; untuk mengobati kelenjar getah bening yang bengkak karena banyaknya lomfosit upnormal. (2) Pengobatan; biasanya diberikan obat dengan kombinasi obat leukimia, termasuk antibody monoclonal. (3) Jika pasca pengobatan pada leukimia masih kambuh, maka akan dilakukan kemoterapi atau transplantasi sum-sum.

Leukimia Mieloblastik Kronik. Pengobatannya dengan cara (1) Terget terapi pertama dengan inhibitor tyronise kinese. (2) Kemoterapi sebelum transplantasi sum-sum tulang belakang.

Leukimia pada Anak-anak. Leukimia dapat juga terjadi pada anak-anak. Penanganan menyesuaikan usia anak. Sebab dapat menimbulkan efeksamping. Keberadaan yang sama-saa memerlukan kemoterapi hendaknya dilakukan pengawasan, penanganan dan perawatan yang tepat.

Asupan Gizi dan Perawatan
Setelah mengetahui jenis penanganan dan pengobatan beragam leukimia. Untuk memberikan nutrisi tubuh dan kelanjutan kesehatan si pasien, mulai dari asupan gizi, penanganan medis, dan perawatan dari orang terdekat sangat diperlukan.

Secara umum tubuh memiliki kondisi yang kurang stabil dalam keadaan tertentu. Maka pengawasan yang nyaman dapat membantu kesembuhan pasien, termasuk dalam memberikan motivasi.

Perawatan pasien termasuk memerhatikan pola hidupnya juga penting. Asupan gizi secara umum seperti: mengonsumsi 10 buah dan sayuran sehari dapat membantu memulihkan mineral dan zat baik yang dibutuhkan tubuh, menghindari kafein, makan teratur, serta istirahat yang cukup.

Semua tips perawatan pasien leukimia membutuhkan proses. Dengan motivasi, kasih sayang, serta penangangan yang tepat dapat memulihkan kondisi pasien. Sehingga dapat kembali beraktifitas normal.